Ulama dan Facebook : Komoditas Pemberitaan
Dengan merujuk pada sumber yang sama yaitu Associated Press dan penuturan Nabil Haroen, media massa berhasil membentuk image yang kontra produktif terhadap ulama khususnya MUI. Keberhasilan ini ditengarai dengan pemberitaan yang berkelanjutan dengan menggali tanggapan dari berbagai kalangan. Sementara itu menurut kontennya isu facebook sangat mudah dipahami hakikat dan fungsinya sehingga tidak signifikan untuk diperdebatkan persoalan halal atau haramnya. Namun kritikan dan ‘hujatan’ makin banyak ditujukan kepada ulama.
Dengan makin canggingnya teknologi informasi dan komunikasi isu semacam ini justru makin menggelembung seolah terjadi ‘kegoblogan’ baru dikalangan umat Islam dan ulamanya. Dan umat Islam yang dicitrakan taat beragama menjadi umat yang ‘bodoh’.
Coba kita lakukan studi kasus di news.okezone dot com kita urutkan dari awal terus posting berita-berita terkininya. Urutannya sebagai berikut :
- Ulama Jatim Akan Fatwakan Facebook
- MUI Belum Bahas Kontroversi Facebook
- Cak Imin: Gak Mungkin Ulama Mengurusi Facebook
- Pengasuh Ponpes Lirboyo Bantah Bahas Facebook
- Bahtsul Masail: Facebook Dianjurkan Untuk Perjodohan
- Gus Dur Soal Polemik Facebook: Nanti juga Hilang
- FMP3 Bahas Facebook di Pesantren Putri Lirboyo
- FMP3: Facebook Haram untuk Pedekate
- Selain Facebook, FMP3 Sikapi Dukun Ponari
- Cak Anam: Kita Harus Lindungi Generasi Muda dari Facebook
- Fatwakan Facebook, Ulama Jatim Dinilai Grasa-grusu
- Facebook Halal!
- MUI Kudus: Facebook Tak Perlu Diharamkan
- DPR: UlamaTak Perlu Pusing Urusi Facebook
Bahwa pada pemberitaan nomor 4 sudah membantah isu facebook itu, tapi hari ini DPR malah ikut komentar pula.
Berikut copy pemberitaan nomor 4 :
JAKARTA – Kabar para ulama Jawa Timur akan membahas fatwa Facebook ternyata tidak benar. Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, KH Idris Marzuki membantah pernyataan tersebut.
Bahkan Kiai Idris membantah kenal dengan orang yang mengatasnamakan juru bicara Ponpes Lirboyo, Nabil Haroen yang sebelumnya menyatakan akan ada fatwa untuk Facebook. “Tidak ada itu, saya bahkan tidak kenal dengan Nabil,” ujarnya saat dihubungi okezone di Jawa Timur, Jumat (22/5/2009).
Kiai Idris mengaku memang ada pertemuan para ulama di Jawa Timur dengan agenda membahas persoalan umat kontemporer. Namun pertemuan itu sama sekali tidak menyinggung tentang hukum Facebook. “Tadi malam pertemuannya selesai. Tapi tidak ada bahas itu,” ungkapnya.
Sebelumnya, Associated Press memberitakan para tokoh muslim di Indonesia akan mengeluarkan fatwa tentang jejaring sosial di dunia maya. Sebab apabila disalahgunakan situs semacam Facebook dapat mengundang birahi. Dalam ajaran Islam hal itu diharamkan.
Dalam berita tersebut AP mengklaim mendapatkan sumber dari juru bicara Ponpes Lirboyo, Kediri, Nabil Haroen. Tapi belakangan pengasuh Ponpes Lirboyo KH Idris Marzuki membantah kenal dengan Nabil. (ful)
News.Okezone.com
update : isu ini lebih lanjut diluruskan oleh Nabil Haroen sendiri. Baca artikelnya klik disini.
| Ulama Jatim Akan Fatwakan Facebook |
| MUI Belum Bahas Kontroversi Facebook |
| Cak Imin: Gak Mungkin Ulama Mengurusi Facebook |
| Pengasuh Ponpes Lirboyo Bantah Bahas Facebook |
| Bahtsul Masail: Facebook Dianjurkan Untuk Perjodohan |
| Gus Dur Soal Polemik Facebook: Nanti juga Hilang |
| FMP3 Bahas Facebook di Pesantren Putri Lirboyo |
| FMP3: Facebook Haram untuk Pedekate |
| Selain Facebook, FMP3 Sikapi Dukun Ponari |
| Cak Anam: Kita Harus Lindungi Generasi Muda dari Facebook |
| Fatwakan Facebook, Ulama Jatim Dinilai Grasa-grusu |
| Facebook Halal! |
| MUI Kudus: Facebook Tak Perlu Diharamkan |
| DPR: UlamaTak Perlu Pusing Urusi Facebook |